150 Mahasiswa RI Kuliah Mandiri ke Belanda


JAKARTA – Mahalnya biaya pendidikan tinggi terutama di luar negeri, kerap kali membuat kita berpikir dua kali untuk berkuliah di negara lain.

Nyatanya, di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu, Indonesia menyumbang 500 mahasiswa untuk melanjutkan studi ke Belanda. Di antara 500 calon mahasiswa tersebut, sebanyak 150 orang menggunakan biaya pribadi untuk berkuliah di negara yang lama menjajah Indonesia tersebut sementara sisanya adalah para penerima beasiswa.

Menurut Direktur Eropa Barat Kementerian Luar Negeri Indonesia, Dewa Made Juniarta Sastrawan, jumlah 150 calon mahasiswa yang hendak kuliah dengan biaya pribadi merupakan jumlah yang luar biasa.

“Bisa mencapai 150 itu angka yang fantastik. Fantastik di sini maksud saya dengan mempertimbangkan negara seukuran Belanda, jumlah itu sangatlah besar. Apalagi dengan saat ini tengah terjadi krisis ekonomi. Makanya, saya terkejut dengan jumlah itu,” kata Made yang hadir dalam pre-departure para calon mahasiswa di Kedutaan Besar (Kedubes) Belanda, Kuningan, Jakarta, Sabtu (23/7).

Made menambahkan, dia merasa optimistis jika para pelajar tersebut akan kembali ke negara asal yakni, Indonesia. “Kebanyakan dari mereka akan kembali dan bekerja di Indonesia. Tapi, jika mereka ingin bekerja di Belanda untuk sementara waktu, ya tidak masalah. Justru akan memberikan manfaat bagi Indonesia karena nantinya mereka akan mampu untuk mengisi profesi kerja yang sesuai dengan bidangnya serta dapat memajukan Indonesia lewat kerja sama yang telah terjalin,” ujar Made.

Ditemui di tempat yang sama, Sekretaris Satu Pendidikan Belanda, Arnold van der Zanden mendukung pernyataan Made. “Hampir semua palajar yang yang berkuliah di Belanda, akan kembali ke negara asalnya,” katanya menerangkan.

Dia menyebutkan, jumlah pelajar yang mengenyam pendidikan tinggi di Belanda tahun ini tidak terjadi peningkatan berarti. “Bukan tidak ada peningkatan, namun pemerintah memang menetapkan kouta bagi para pelajar asing,” ujar pria yang mengenakan baju batik warna hijau tersebut.

Terakhir, dia berharap agar para pelajar yang mengenyam pendidikan bisa sekaligus mempelajari budaya dan sejarah Belanda. “Semoga mereka merasakan waktu yang menyenangkan serta mendapatkan pengalaman baru tentang budaya Belanda,” tuturnya ramah.(rhs)

About maulana subekti
Anything iss OK

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: