Bengkel Kiat dan siswa SMK berhasil menciptakan mobil Kiat Esemka yang kini sukses besar. ( vivanews)

Sukiyat tak pernah mengira, mobil “Kiat Esemka” yang dirakit bengkelnya bersama siswa-siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), bakal menuai sukses besar.

Selain Walikota Solo, Joko Widodo, usaha lelaki kelahiran, Trucuk, 22 April 1957 inilah yang mengangkat nama Kiat Esemka, bahkan digadang-gadang sebagai pelopor kebangkitan mobil nasional.

Sukiyat mengalami polio sejak umur enam tahun. Akibatnya hingga sekarang, kaki kiri lelaki yang memiliki dua anak itu difable.

Karena kondisinya itu, orang tuanya  menyekolahkannya ke Lembaga Penelitian Pengembangan Penyandang Cacat Prof Dr Soeharso. Sukiyat pun dimasukkan ke jurusan menjahit, kebetulan orangtuanya memiliki usaha tenun.

“Selain nilainya nggak cukup. Orangtua juga menganjurkan ke jurusan menjahit. Karena orangtua dulunya punya usaha tenun, “ jelasnya kepada VIVAnews, Selasa, 10 Januari 2012.

Namun, ia tak betah, dan memutuskan memenuhi panggilan hatinya, ke dunia otomotif. “Saat masih kecil, saya suka otak-atik mesin mesin motor. Dulu saya otak-atik  Vespa kemudian mobil Hartop. Saya belajar otomotif ini secara otodidak, “ kata dia.

Setahun berselang, Sukiyat pun kerja di bengkel Sembada, Pasar Gede. Tak cukup lama, bengkel tersebut tutup, ia pun pindah ke bengkel di daerah Mojosongo.  “Kalau siang kerja di bengkel. Kalau malam, saya jadi tukang tambal ban di Ledoksari, Jebres, “ tuturnya.

Kemudian tahun 1975, Sukiyat mendapat bantuan dari Yayasan Dharmais, senilia Rp75.000. Uang tersebut dipergunakan sebagai modal untuk membuka bengkel kentheng dan cat duco. “Saya membuka bengkel di Trucuk, di kampung halaman, “ akunya.

Lantas usahanya pun semakin besar dan memiliki bengkel seluas 5.000 meter. Pihak luar negeri sempat melirik Sukiyat, yakni perusahaan cat dari Jerman (Pacific Paint) dan Jepang (Nippon Paint). Kemudian Sukiyat pun dikirim ke China untuk mendalami ilmu otomotif, termasuk body repair.

“Kemudian karena usah bengkel ini bertambah besar, saya pun pindah usaha di Jalan Yogya-Solo, Ngaran, Klaten. Kini bengkel saya sudah seluas 6.500 meter dan biasa digunakan sebagai tempat PKL anak-anak SMK dari berbagai daerah, “ katanya.

Kepiawaian dari Sukiyat dalam bidang repair body mobil, pun terdengar di kalangan pejabat. Beberapa pejabat pernah memasukkan mobilnya ke bengkel Kiat. “Fauzi Bowo, Megawati Soekarnoputri, Guruh Soekarnoputra, Taufiq Kiemas, Siswono Yudohusodo, Amien Rais,“ kata dia.

About maulana subekti
Anything iss OK

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: