Paul Scholes & Thierry Henry: Tua-tua Keladi, Makin Tua Makin Jadi


Dalam dua pekan belakangan, publik sepakbola Inggris dikejutkan dengan comeback-nya dua pemain veteran di kancah Liga Primer Inggris, yakni Paul Scholes dan Thierry Henry.

Setelah akhir musim lalu memutuskan untuk gantung sepatu, namun Scholes akhirnya memutuskan untuk kembali memperkuat Manchester United hingga akhir musim ini. Alasannya pun terbilang sangat simpel, dirinya sangat mencintai MU dan ingin membantu tim yang dicintainya itu, yang saat ini kehilangan dua gelandang jangkarnya Darren Fletcher dan Tom Cleverly.

Uniknya, kabar comeback Scholes itu muncul hanya satu jam sebelum laga akbar bertajuk Manchester derby, yang mempertemukan MU dengan rival satu kotanya Manchester City digelar, Sabtu (9/1/2012).

Mendadak, nama gelandang berdarah Inggris itu masuk dalam daftar pemain cadangan Manchester United. Hal itu tentu saja membuat para fans setia MU kaget bukan kepalang.

Di partai tersebut, Scholes memang tidak bermain secara penuh. Dia masuk tepatnya di menit ke-59 menggantikan Nani, namun kehadiran Scholes di partai itu mampu memberikan motivasi tambahan bagi para pemain lainnya dan membawa MU menutup pertandingan dengan kemenangan tipis 3-2.

Namun, Scholes akhirnya membuat publik Old Trafford bersorak ketika dirinya diturunkan sejak menit awal kala menghadapi Bolton Wandrerers, Sabtu (14/1/2012) malam WIB.

Scholes sukses mencetak gol pembuka MU di pertandingan itu hanya beberapa saat sebelum pertandingan babak pertama usai. Memanfaatkan umpan silang Wayne Rooney, Scholes yang tak terkawal di depan gawang Bolton melepas tendangan first time keras ke pojok kanan gawang. MU sendiri akhirnya memenangkan partai tersebut dengan skor 3-0. Dua gol MU lainnya disarangkan Danny Welbeck dan Michael Carrick.

Selain itu, comeback menawan pun juga berhasil ditorehkan Thierry Henry bersama Arsenal. ‘King Henry’ yang kini berstatus sebagai pemain New York Red Bulls kembali memperkuat Arsenal sebagai pemain pinjaman dengan durasi hingga dua bulan ke depan.

Dalam pertandingan melawan Leeds United di ajang Piala FA, Henry berhasil mencetak gol kemenangan Arsenal di partai itu. Henry masuk menggantikan Marouane Chamakh di menit ke-68 dan menggunakan kostum bernomor punggung 12.

Henry akhirnya mampu memecah kebuntuan pada menit ke-78. Menerima umpan terobosan Alex Song, Henry hanya butuh mengontrol sekali, kemudian melakukan tendangan melengkung yang membobol gawang Leeds. Arsenal pun unggul 1-0.

Henry pun merayakannya dengan emosional. Dia berlari keliling seperempat lapangan memberi salam kepada penonton. Para suporter pun ikut terbawa emosi dan semakin bergemuruh.

Tetapi, Henry gagal melanjutkan perfoma gemilangnya kala menghadapi Swansea City, Minggu (16/1/2012) malam WIB. Turun di menit ke-63 menggantikan Andrei Arshavin, Henry gagal memberikan kontribusi maksimal dan Arsenal akhirnya kalah dengan skor 3-2.

Jika dilihat secara kasat mata, wajar memang jika Sir Alex Ferguson (pelatih MU) dan Arsene Wenger (pelatih Arsenal) masih membutuhkan tenaga dua pemain veteran tersebut di timnya.

Untuk Scholes, MU memang sangat membutuhkan tenaganya menyusul cederanya dua gelandang jangkarnya, Tom Cleverly dan Darren Fletcher. MU memang memiliki Anderson sebagai pengatur jalannya serangan MU, namun performa Anderson kerap kali pasang surut, sehingga kehadiran ‘Si Rambut Jahe’ masih sangat diperlukan di skuad MU.

Sementara bagi Arsenal, naluri mencetak gol mengagumkan yang dimiliki Henry menjadi alasan mengapa Wenger tertarik untuk kembali menggunakan jasanya. Praktis di musim ini, Arsenal hanya bertumpu pada Robin Van Persie dalam urusan menjebol jala lawan. Adapun, para penyerang ‘Young Guns’ lainnya seperti Gervinho, Chamakh, Walcott, Alex-Oxlade Chamberlain dan Park Chu-Young masih jauh dari kata memuaskan.

Ada berbagai dampak positif yang dibawa oleh para pemain senior ke dalam sebuah tim. Biasanya, para pemin senior tersebut memiliki segudang pengalaman yang tak dimiliki pemain muda. Mereka memiliki visi bermain yang sangat luar biasa dan tahu benar cara apa yang dilakukan ketika timnya tengah mengalami masalah di lapangan. Kehadiran sosok pemain senior biasanya juga menambah motivasi para pemain junior untuk tampil lebih baik lagi di lapangan

About maulana subekti
Anything iss OK

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: