Akhir Pekan Di Matteo Dipecat?


Di mata owner Chelsea Roman Abramovich, keberhasilan Frank Lampard dkk meraih gelar Liga Champions untuk kali pertama sepanjang sejarah lebih disebabkan faktor keberuntungan.

Akhir Pekan Di Matteo Dipecat?

Liputan6.com, London: Tim yang mampu menampilkan permainan indah, menawan, menghibur, dan juga meraih hasil kemenangan alias gelar. Itulah tim impian owner Chelsea Roman Abramovich sejak dirinya mendarat di Stamford Bridge dan mengakuisisi hak kepemilikan klub dari tangan Ken Bates pada Juni 2003.

Karena itulah, meskipun The Blues baru saja mempersembahkan gelar Liga Champions, trofi yang diklaim sebagai Holy Grail, gelar paling suci yang diidam-idamkannya, Abramovich dikabarkan sama sekali tidak terkesan dengan penampilan Frank Lampard dkk di bawah arahan caretaker Roberto Di Matteo.

Di mata Abramovich, kemenangan Chelsea di ajang kompetisi antarklub paling bergengsi di Benua Biru itu lebih banyak disebabkan faktor keberuntungan. Abramovich menyadari begitu jomplang-nya data statistik yang dilansir UEFA. Dari tiga laga terakhir, dua leg semifinal melawan Barcelona dan partai final melawan Bayern Muenchen, Chelsea hanya mampu membuat 20 attemps on goal. Sebaliknya Barca dan Bayern mengkreasi 71 kali.

Lebih “hebat” lagi, dari lima jam pertandingan krusial tersebut (180 menit lawan Barca dan 120 menit lawan Bayern) Chelsea hanya mampu memaksakan tiga (3) tendangan penjuru—satu di antaranya berbuah gol penyeimbang kedudukan lewat sundulan Didier Drogba di Allianz Arena—sangat jauh terpaut dengan 38 corner yang dibuat Barca dan Bayern. Anehnya, Chelsea mampu mencetak empat gol dan hanya kebobolan tiga gol.

Karenanya, “Roman (Abramovich) menilai Di Matteo sungguh, sungguh beruntung. Lagipula, ia (Di Matteo) membuat sejumlah kesalahan di laga yang ditanganinya, baik secara taktik atau strategi tim maupun komposisi pemain. Statistik di dua partai lawan Barcelona dan final menunjukkan betapa beruntungya Di Matteo,” ujar sumber yang diklaim dekat dengan lingkaran dalam sang taipan asal Rusia tersebut.

Jadi? Roman akan membuat keputusan (soal manajer permanen Chelsea) di akhir pekan ini. Ia tidak akan peduli dengan apa yang menjadi keyakinan dan pemikiran publik. Roman tidak menjadi biliuner dengan mencemaskan opini publik. Ia hanya peduli dengan apa yang terbaik bagi klub,” tandas sang sumber.

Sementara itu, seusai laga final Liga Champions, Chief Executive Klub Bruce Buck memuji kinerja Di Matteo. Namun, secara tersirat, Buck tak mau menjamin masa depan mantan manajer West Bromwich Albion berusia 41 tahun itu yang mendapat bonus sebesar 500 ribu pound.

“Kami mendengar keinginan para pemain terkait soal manajer (Di Matteo). Namun, kami menghentikan proses pencarian manajer musim depan sebelum semifinal Liga Champions pada April lalu. Kami sadar betul dengan kontribusi yang diberikan Robbie. Tidak hanya raihan dua gelar, juga dari kemampuannya mengembalikan kepercayaan diri pemain,” ujar Buck.

“Saya tidak berpikir Robbie tidak akan diberikan kesempatan menjadi manajer. Tugas dan target kami adalah melakukan yang terbaik untuk Chelsea FC. Kami pun tahu risiko yang dihadapi jika keputusan yang dibuat bertentangan dengan keinginan pemain dan fans klub,” tegas Buck.

Lalu, benarkah Abramovich bakal memecat Di Matteo? “Saya akan menerima dengan bulat apapun keputusan klub,” kata Di Matteo pasrah.(MEG/Daily Star)

About maulana subekti
Anything iss OK

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: